Selamat Datang di Website Pusat Pelatihan Pertanian

Kementan Ingin Lahirkan 2,5 Juta Petani Millenial pada 2024


Di Publish Pada : 13/08/2021 | Kategori : Berita | views : 310

Kementerian Pertanian menargetkan untuk melahirkan 2,5 juta petani milenial pada 2024 mendatang. Tujuannya untuk melakukan regenerasi petani.

"Kementan menargetkan petani milenial 2,5 juta hingga 2024 nanti, itu terkait dengan petani milenial, itu bagian penting regenerasi petani," ujar Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dalam acara Dialog Menteri pada Kamis (12/8).

Untuk mencapai target itu, lanjutnya, Kementan telah mempersiapkan berbagai strategi. Strategi utama adalah menghilangkan pemikiran (mindset) bahwa petani itu kotor.

"Pertama yang perlu kami lakukan adalah menghilangkan mindset bahwa pertanian itu belepotan, kotor, dan sebagainya, tidak ada investasi teknologi, itu kami hilangkan,"imbuhnya.

Selanjutnya, Kementan membangun pertanian modern atau smart farming dengan dukungan teknologi dan internet of things (IoT). Teknologi pertanian modern ini sudah dikembangkan oleh Balitbang Kementan dan sejumlah perguruan tinggi.

Misalnya, pemanfaatan alat drone untuk menabur benih, menyemprot pestisida, dan sebagainya, serta pertanian dengan pola green house.

"Kita bisa off season, jadi sepanjang tahun kita bisa tanam apa saja. Itu yang sudah dilakukan banyak negara di luar negeri, bahwa smart farming itu sangat diperlukan," ujarnya.

Strategi selanjutnya adalah mempersiapkan pasar untuk produk petani milenial tersebut. Ia menyatakan Kementan berangkat dari hilir ekosistem pertanian, yakni pemasaran sehingga proses di hulu bisa menyesuaikan permintaan pasar.

"Jangan kita didik petani sebanyak-banyaknya, tahu-tahu tidak tahu pasarnya, tidak. Justru, kami encourage untuk identifikasi di ending pasarnya ada enggak, komoditasnya apa yang diminta pasar, jumlahnya berapa by timeline. Misalnya, setiap minggu, bulan itu berapa termasuk peluang pasar ekspor itu kami identifikasi baru tetapkan komoditasnya," paparnya.

Terakhir, Kementan juga membantu petani muda itu dari sisi pendanaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Saat ini, lanjutnya, Kementan telah membimbing kurang lebih 200 hingga 300 petani muda.

"Kami siapkan ada beberapa sekitar 200-300 petani yang sudah kami detailkan, maksudnya sudah dalam proses memberikan rancangan dan arahan. Kami mencarikan pasar alternatif, pendanaan bagi skala usaha mereka sehingga sangat terbuka peluangnya," ujarnya.

Lihat Juga :
Analis Angkat Suara soal Pelemahan Tajam Saham Bukalapak

Strategi selanjutnya adalah mempersiapkan pasar untuk produk petani milenial tersebut. Ia menyatakan Kementan berangkat dari hilir ekosistem pertanian, yakni pemasaran sehingga proses di hulu bisa menyesuaikan permintaan pasar.

"Jangan kita didik petani sebanyak-banyaknya, tahu-tahu tidak tahu pasarnya, tidak. Justru, kami encourage untuk identifikasi di ending pasarnya ada enggak, komoditasnya apa yang diminta pasar, jumlahnya berapa by timeline. Misalnya, setiap minggu, bulan itu berapa termasuk peluang pasar ekspor itu kami identifikasi baru tetapkan komoditasnya," paparnya.

Terakhir, Kementan juga membantu petani muda itu dari sisi pendanaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Saat ini, lanjutnya, Kementan telah membimbing kurang lebih 200 hingga 300 petani muda.

"Kami siapkan ada beberapa sekitar 200-300 petani yang sudah kami detailkan, maksudnya sudah dalam proses memberikan rancangan dan arahan. Kami mencarikan pasar alternatif, pendanaan bagi skala usaha mereka sehingga sangat terbuka peluangnya," ujarnya.



(ulf/age)
Bagikan :
0 komentar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Nilai Tukar Petani Turun 0,11 Persen per Juli 2021
Kementan Buka Suara soal Gugatan Rp5,4 T Peternak Unggas
Kementan Subsidi Distribusi Cabai Rawit Agar Pasokan Stabil
FOTO: Petani Malaysia 'Mati-matian' Hidup di Tengah Pandemi
Kementan Prediksi Permintaan Hewan Kurban Turun 10 Persen
BACA JUGA
RK Sebut Jabar Terdepan Petani Milenial Dibanding Kementan
Ahli ke Kementan: Kalung Eucalyptus Tak Mampu Cegah Covid-19
Kalung Eucalyptus Tangkal Corona Terus Diteliti, Gandeng UI
BMKG: Petani Bisa Manfaatkan Musim Pancaroba untuk Bertanam
ANDA MUNGKIN SUKA
Pria dengan masalah prostat menyukai obat alami iniProstanix
Penguat Wifi Baru Mengakhiri Internet Mahal di IndonesiaWiFi Booster
2021 bisa menjadi tahun terbaik untuk memulai bisnis toko onlinemu (lihat opsi)Buat Toko eCommerce | Cari Iklan
Hadiah Besar untuk orang Indonesia yang lahir antara tahun 1941-1981Survey Compare
Opsi kartu kredit di IndonesiaKartu Kredit | Cari Iklan
Memahami Durasi Ideal Berhubungan Seks
Tautan Sponsor oleh Taboola
LIHAT SEMUA
EKOPEDIA
Mengenal APBN, Rencana Keuangan Tahunan Negara
Ekonomi
Pahami Alih Kelola Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina
Ekonomi
Pahami Bilyet Giro dalam Perkara Sumbangan Fiktif Akidi Tio
Ekonomi
SAAT INI
Hasil Liga Inggris: West Ham vs Palace Imbang
15 menit yang lalu

West Ham United harus puas berbagi angka melawan Crystal Palace dalam laga Liga Inggris di Stadion London.
BERITA UTAMA
Hasil Liga Inggris: Man City Hajar Arsenal 5-0
2 jam yang lalu
Toyota Tangguhkan Mobil Otonom usai Tabrak Atlet Paralimpiade
2 jam yang lalu
Luhut Somasi Haris Azhar soal Tudingan Main Tambang di Papua
3 jam yang lalu
REKOMENDASI
TERBARU
Orang Tua Bayar Gugatan ke Anak karena Musnahkan Video Porno
Internasional • 16 menit yang lalu
Tingkah Aneh Suporter Arsenal: Gembira Saat Man City Buat Gol
Olahraga • 40 menit yang lalu
Hujan Abu Merapi di Sejumlah Desa Magelang Sabtu Malam
Nasional • 49 menit yang lalu
Berbahaya, Tiktok Hapus Tantangan Peti Susu yang Viral
Teknologi • 1 jam yang lalu
Hasil Kualifikasi Moto2 Inggris: Bezzecchi Rebut Pole
Olahraga • 1 jam yang lalu
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER
Sistem Perbankan Afghanistan Terancam Runtuh Ekonomi • 1 jam yang lalu
Aset Kripto Kompak Berotot, Cardano Meroket 11 Persen
Ekonomi 8 jam yang lalu
Mengulas Beda Reksa Dana dan Saham
Ekonomi 8 jam yang lalu
Peringatan HUT ke-76 RI dan Jelang 1 Dasawarsa OJK
Ekonomi 7 jam yang lalu


Baca artikel CNN Indonesia "Kementan Ingin Lahirkan 2,5 Juta Petani Millenial pada 2024" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210812153603-92-679584/kementan-ingin-lahirkan-25-juta-petani-millenial-pada-2024.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/
Lihat Juga :
Analis Angkat Suara soal Pelemahan Tajam Saham Bukalapak

Strategi selanjutnya adalah mempersiapkan pasar untuk produk petani milenial tersebut. Ia menyatakan Kementan berangkat dari hilir ekosistem pertanian, yakni pemasaran sehingga proses di hulu bisa menyesuaikan permintaan pasar.

"Jangan kita didik petani sebanyak-banyaknya, tahu-tahu tidak tahu pasarnya, tidak. Justru, kami encourage untuk identifikasi di ending pasarnya ada enggak, komoditasnya apa yang diminta pasar, jumlahnya berapa by timeline. Misalnya, setiap minggu, bulan itu berapa termasuk peluang pasar ekspor itu kami identifikasi baru tetapkan komoditasnya," paparnya.

Terakhir, Kementan juga membantu petani muda itu dari sisi pendanaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Saat ini, lanjutnya, Kementan telah membimbing kurang lebih 200 hingga 300 petani muda.

"Kami siapkan ada beberapa sekitar 200-300 petani yang sudah kami detailkan, maksudnya sudah dalam proses memberikan rancangan dan arahan. Kami mencarikan pasar alternatif, pendanaan bagi skala usaha mereka sehingga sangat terbuka peluangnya," ujarnya.



(ulf/age)
Bagikan :
0 komentar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Nilai Tukar Petani Turun 0,11 Persen per Juli 2021
Kementan Buka Suara soal Gugatan Rp5,4 T Peternak Unggas
Kementan Subsidi Distribusi Cabai Rawit Agar Pasokan Stabil
FOTO: Petani Malaysia 'Mati-matian' Hidup di Tengah Pandemi
Kementan Prediksi Permintaan Hewan Kurban Turun 10 Persen
BACA JUGA
RK Sebut Jabar Terdepan Petani Milenial Dibanding Kementan
Ahli ke Kementan: Kalung Eucalyptus Tak Mampu Cegah Covid-19
Kalung Eucalyptus Tangkal Corona Terus Diteliti, Gandeng UI
BMKG: Petani Bisa Manfaatkan Musim Pancaroba untuk Bertanam
ANDA MUNGKIN SUKA
Pria dengan masalah prostat menyukai obat alami iniProstanix
Penguat Wifi Baru Mengakhiri Internet Mahal di IndonesiaWiFi Booster
2021 bisa menjadi tahun terbaik untuk memulai bisnis toko onlinemu (lihat opsi)Buat Toko eCommerce | Cari Iklan
Hadiah Besar untuk orang Indonesia yang lahir antara tahun 1941-1981Survey Compare
Opsi kartu kredit di IndonesiaKartu Kredit | Cari Iklan
Memahami Durasi Ideal Berhubungan Seks
Tautan Sponsor oleh Taboola
LIHAT SEMUA
EKOPEDIA
Mengenal APBN, Rencana Keuangan Tahunan Negara
Ekonomi
Pahami Alih Kelola Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina
Ekonomi
Pahami Bilyet Giro dalam Perkara Sumbangan Fiktif Akidi Tio
Ekonomi
SAAT INI
Hasil Liga Inggris: West Ham vs Palace Imbang
15 menit yang lalu

West Ham United harus puas berbagi angka melawan Crystal Palace dalam laga Liga Inggris di Stadion London.
BERITA UTAMA
Hasil Liga Inggris: Man City Hajar Arsenal 5-0
2 jam yang lalu
Toyota Tangguhkan Mobil Otonom usai Tabrak Atlet Paralimpiade
2 jam yang lalu
Luhut Somasi Haris Azhar soal Tudingan Main Tambang di Papua
3 jam yang lalu
REKOMENDASI
TERBARU
Orang Tua Bayar Gugatan ke Anak karena Musnahkan Video Porno
Internasional • 16 menit yang lalu
Tingkah Aneh Suporter Arsenal: Gembira Saat Man City Buat Gol
Olahraga • 40 menit yang lalu
Hujan Abu Merapi di Sejumlah Desa Magelang Sabtu Malam
Nasional • 49 menit yang lalu
Berbahaya, Tiktok Hapus Tantangan Peti Susu yang Viral
Teknologi • 1 jam yang lalu
Hasil Kualifikasi Moto2 Inggris: Bezzecchi Rebut Pole
Olahraga • 1 jam yang lalu
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER
Sistem Perbankan Afghanistan Terancam Runtuh Ekonomi • 1 jam yang lalu
Aset Kripto Kompak Berotot, Cardano Meroket 11 Persen
Ekonomi 8 jam yang lalu
Mengulas Beda Reksa Dana dan Saham
Ekonomi 8 jam yang lalu
Peringatan HUT ke-76 RI dan Jelang 1 Dasawarsa OJK
Ekonomi 7 jam yang lalu


Baca artikel CNN Indonesia "Kementan Ingin Lahirkan 2,5 Juta Petani Millenial pada 2024" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210812153603-92-679584/kementan-ingin-lahirkan-25-juta-petani-millenial-pada-2024.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/
Pertama yang perlu kami lakukan adalah menghilangkan mindset bahwa pertanian itu belepotan, kotor, dan sebagainya, tidak ada investasi teknologi, itu kami hilangkan,"imbuhnya.

Selanjutnya, Kementan membangun pertanian modern atau smart farming dengan dukungan teknologi dan internet of things (IoT). Teknologi pertanian modern ini sudah dikembangkan oleh Balitbang Kementan dan sejumlah perguruan tinggi.

Misalnya, pemanfaatan alat drone untuk menabur benih, menyemprot pestisida, dan sebagainya, serta pertanian dengan pola green house.

"Kita bisa off season, jadi sepanjang tahun kita bisa tanam apa saja. Itu yang sudah dilakukan banyak negara di luar negeri, bahwa smart farming itu sangat diperlukan," ujarnya.

Baca artikel CNN Indonesia "Kementan Ingin Lahirkan 2,5 Juta Petani Millenial pada 2024" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210812153603-92-679584/kementan-ingin-lahirkan-25-juta-petani-millenial-pada-2024.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/
Pertama yang perlu kami lakukan adalah menghilangkan mindset bahwa pertanian itu belepotan, kotor, dan sebagainya, tidak ada investasi teknologi, itu kami hilangkan,"imbuhnya.

Selanjutnya, Kementan membangun pertanian modern atau smart farming dengan dukungan teknologi dan internet of things (IoT). Teknologi pertanian modern ini sudah dikembangkan oleh Balitbang Kementan dan sejumlah perguruan tinggi.

Misalnya, pemanfaatan alat drone untuk menabur benih, menyemprot pestisida, dan sebagainya, serta pertanian dengan pola green house.

"Kita bisa off season, jadi sepanjang tahun kita bisa tanam apa saja. Itu yang sudah dilakukan banyak negara di luar negeri, bahwa smart farming itu sangat diperlukan," ujarnya.

Baca artikel CNN Indonesia "Kementan Ingin Lahirkan 2,5 Juta Petani Millenial pada 2024" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210812153603-92-679584/kementan-ingin-lahirkan-25-juta-petani-millenial-pada-2024.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/
"Pertama yang perlu kami lakukan adalah menghilangkan mindset bahwa pertanian itu belepotan, kotor, dan sebagainya, tidak ada investasi teknologi, itu kami hilangkan,"imbuhnya.

Selanjutnya, Kementan membangun pertanian modern atau smart farming dengan dukungan teknologi dan internet of things (IoT). Teknologi pertanian modern ini sudah dikembangkan oleh Balitbang Kementan dan sejumlah perguruan tinggi.

Misalnya, pemanfaatan alat drone untuk menabur benih, menyemprot pestisida, dan sebagainya, serta pertanian dengan pola green house.

"Kita bisa off season, jadi sepanjang tahun kita bisa tanam apa saja. Itu yang sudah dilakukan banyak negara di luar negeri, bahwa smart farming itu sangat diperlukan," ujarnya.

Baca artikel CNN Indonesia "Kementan Ingin Lahirkan 2,5 Juta Petani Millenial pada 2024" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210812153603-92-679584/kementan-ingin-lahirkan-25-juta-petani-millenial-pada-2024.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/
"Pertama yang perlu kami lakukan adalah menghilangkan mindset bahwa pertanian itu belepotan, kotor, dan sebagainya, tidak ada investasi teknologi, itu kami hilangkan,"imbuhnya.

Selanjutnya, Kementan membangun pertanian modern atau smart farming dengan dukungan teknologi dan internet of things (IoT). Teknologi pertanian modern ini sudah dikembangkan oleh Balitbang Kementan dan sejumlah perguruan tinggi.

Misalnya, pemanfaatan alat drone untuk menabur benih, menyemprot pestisida, dan sebagainya, serta pertanian dengan pola green house.

"Kita bisa off season, jadi sepanjang tahun kita bisa tanam apa saja. Itu yang sudah dilakukan banyak negara di luar negeri, bahwa smart farming itu sangat diperlukan," ujarnya.

Baca artikel CNN Indonesia "Kementan Ingin Lahirkan 2,5 Juta Petani Millenial pada 2024" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210812153603-92-679584/kementan-ingin-lahirkan-25-juta-petani-millenial-pada-2024.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

Kontak Kami


Pengunjung Hari Ini 64
Total Pengunjung 52,533