Selamat Datang di Website Pusat Pelatihan Pertanian

Pusat Pelatihan Pertanian Rancang Pelatihan Fungsional Medik Veteriner Melalui E-Learning


Di Publish Pada : 05/05/2020 | Kategori : Berita | views : 1091

Sebagaimana yang pernah disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa “kita semua harus di-PAKSAKAN, yaitu singkatan dari Planning yang benar, Atensi yang besar, Knowledge, Skill, Action, dan Komitmen atas Dasar Negeri. Senada dengan Kementan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi selalu mengingatkan dalam setiap kesempatan kepada seluruh jajaran lingkup BPPSDMP bahwa “walaupun kita dalam kondisi wabah Covid-19, agar senantiasa bekerja penuh pengabdian dan bekerja maksimal khususnya dalam memberikan fasilitasi.

Seiring dengan perubahan lingkungan strategis dan kebijakan pemerintah bahwa setiap ASN berhak mendapatkan pengembangan kompetensi sebagai bagian dari pembinaan kepegawaian. Salah satunya adalah Jabatan Fungsional Medik Veteriner, yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pengendalian penyakit hewan serta pengamanan produk hewan dan pengembangan kesehatan hewan yang perlu mendapatkan pengembangan kompetensi. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) Nomor 52 tahun 2012 tentang Jabatan Fungsional Medik Veteriner dan angka kreditnya bahwa Instansi Pembina jabatan Fungsional Medik Veteriner berkewajiban menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional Medik Veteriner.

Badan PPSDM Pertanian Cq. Pusat Pelatihan Pertanian bekerjasama dengan Ditjen PKH Cq. Direktorat Kesehatan Hewan melalui video conference menyiapkan petunjuk pelaksanaan pelatihan bagi fungsional medik veteriner untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dari fungsional medik veteriner dalam melaksanakan tugas, pengembangan karir dan pelayanan veteriner. Pelatihan Fungsional Medik Veteriner akan dilaksanakan melalui e-learning. Pola dan metode e-learning ini merupakan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pembelajar dapat belajar kapan saja dan dimana saja bagi mereka yang mempunyai akses internet. Metode pembelajaran ini akan mengefisienkan waktu dan biaya perjalanan. Demikian pula materi pembelajaran sesuai dengan level pengetahuan, pengajar bisa komunikasi secara remote melalui ruang chatting untuk melakukan tanya jawab atau penugasan.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Ir. Bustanul Arifin Caya, M.D.M. menyampaikan dalam masa Covid-19 ini peningkatan kompetensi manusia pertanian tidak boleh berhenti karena dengan peningkatan kompetensi itulah pertanian maju, mandiri dan modern bisa dicapai. E-learning sudah menjadi keharusan untuk dilakukan, peserta pelatihan tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap yang disampaikan seorang fasilitator secara langsung, tetapi dengan jarak jauh proses pembelajaran dapat dilakukan dengan baik sesuai tujuan yang ingin dicapai. ”Pembelajaran modern ini menjadi penting mengingat dunia digital membawa perubahan yang besar terhadap cara manusia belajar, kita dapat belajar dimana saja dan tidak terbatas pada waktu dengan platform digital tersebut” lanjutnya.

Disamping tim Fungsional Medik Veteriner Ditjen PKH, juga turut berkontribusi tim Widyaiswara Balai Besar Kesehatan Hewan Cinagara Bogor, di bawah komando Kepala Balai drh. Wisnu Wasisa Putra, M.P.,” perubahan kurikulum dan metode pelatihan sudah seharusnya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mendasar bagi Fungsional Medik Veteriner, termasuk efisiensi dalam penyelenggaraan pelatihan” ujarnya. (RS)

Kontak Kami


Pengunjung Hari Ini 64
Total Pengunjung 52,532