Selamat Datang di Website Pusat Pelatihan Pertanian

Pelatihan Nugget, Solusi Menanggulangi Turunnya Harga Ayam


Di Publish Pada : 01/05/2020 | Kategori : Berita | views : 760

Kebutuhan pangan itu linier dengan volume populasi manusia, semakin banyak populasi manusia maka semakin besar pangan yang dibutuhkan. Kondisi ini juga sama dengan selera, semakin tinggi selera seseorang, maka ia semakin membutuhkan makanan yang bervariasi, tak terkecuali anak-anak.

Fenomena modern, ketika tingkat aktivitas manusia semakin padat, informasi mudah didapat dari arah manapun, maka kondisi ini berpengaruh terhadap selera manusia, termasuk urusan makanan, maka pilihan manusia akan jatuh pada barang atau makanan yang praktis. Kini, selain praktis, manusia juga sudah mulai beralih pada asupan makan yang sehat.

Pusat Pelatihan Pertanian melalui Balai Besar Peternakan (BBPP) Batu dengan program “bertani on cloud” kini menyelenggarakan pelatihan (30/04/2020) “membuat nugget ayam”. Pelatihan ini diselenggarakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern akan kebutuhan seleranya.

Pada masa pandemi seperti ini, hasil pelatihan ini sangat strategis, sebab, hampir sebagian besar kota-kota di Indonesia sudah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Fakta ini mendorong seluruh insan pertanian untuk berpikir dan bertindak kreatif dalam memenuhi kebutuhan pangan. Melihat fakta ini sangat wajar jika Menteri Pertanian; Syahrul Yasin Limpo, sering mengingatkan, “pertanian harus terus bergerak, maju, mandiri, modern, dan mampu menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia yang maju, mandiri, dan modern pula”.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP); Dedi Nursyamsi, dalam pembukaan pelatihan yang diikuti hampir 500 peserta ini menanggapi terkait dengan kondisi pandemi covid. Setidaknya ada dua sisi pendekatan; Pertama, Medical approach, bagaimana caranya sembuh dan sehat bagi yang sudah terpapar dan bagimana caranya menghindari bagi yang tidak terpapar, sehingga terhindar dari covid. Kedua, pendekatan pangan (food approach), yang tidak kalah penting, “Dalam situasi apapun pangan tidak boleh bersoal (bermasalah), lebih-lebih di era pandemi”, ungkap Dedi. Kondisi ini memaksa seluruh Insan pertanian untuk bekerja keras untuk menyediakan pangan bagi rakyat Indonesia, sebab itulah peran strategis mereka.

“Proses produksi pangan tidak boleh berhenti, pertanian tidak boleh berhenti, aktivitas pertanian dari hulu-hilir tidak boleh berhenti”, tambah Dedi penuh semangat. Bahkan secara spesifik diharapkan seluruh pegawai BPPSDMP juga turut aktif bergerak.

“Seluruh insan BPPSDMP, mulai dari widyaiswara, dosen, penyuluh, kalian tidak boleh berhenti untuk memberikan pencerahan kepada insan pertanian”. imbuhnya lagi. Seperti hari ini, “pelatihan membuat nugget”, tambahnya lagi.

Covid memang merontokkan sendi-sendi ekonomi, jalur distribusi, dan lain-lain. Dampaknya adalah menurunnya permintaan namun supply (produksi) tetap. Salah satu yang terdampak adalah harga ayam fresh setelah melihat beberapa minggu.

“Pembuatan nugget menjadi salah satu solusi jitu menanggulangi turun harga ayam fresh”, ungkap pak Dedi. Selain itu, nugget juga mampu menaikkan nilai tambah ayam serta menambah umur produk. Luhfia Hanim selaku pelatih mengungkap bahwa, “jika hanya disimpan dalan freezer, nugget dapat bertahan selama 6 bulan”, ungkapnya. Tapi, “jika divakum dan disimpan dalam freezer, nuggat mampu bertahan selama 12 bulan”, tambah Hardi yang juga berdiri sebagai pelatih ini.

Bustanul Arifin Caya, selaku Kepala Pusat Pelatihan Pertanian mengungkapkan, “terima kasih yang sebesar-besarnya atas arahan dan apreasiasi Bapak Kepala Badan”. “Selamat melaksanakan pelatihan, mohon dimanfaatkan, sebab dengan pelatihan berbasis IT ini dapat diikuti peserta dari seluruh nusantara”, unggahnya lagi. “Jangan lupa akses terus elearningpuslatan.com”, tambahnya lagi. (Sol)

Kontak Kami


Pengunjung Hari Ini 64
Total Pengunjung 52,532